Cara Menanam Tomat Hidroponik

Cara menanam tomat dengan hidroponik sebenarnyanya sangatlah gampang, Anda hanya membutuhkan pengetahuan sebelum memulai menanamnya. Dengan demikian anda tidak perlu membeli tomat di pasar karena di halaman belakang rumah Anda memiliki tanaman tomat. Selain itu tomat yang ditanam sendiri pun lebih di jamin kebersihan serta kesehatannya ketimbang harus membeli tomat di pasar.

Langkah-langkah cara menanam tomat hidroponik:

1. Pembibitan (Menyemai)

Sebelum anda menanam tomat ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang tanaman tomat. Tomat baik  tumbuh pada dataran sedang hingga tinggi, tergantung pada varietas. Tanaman tomat dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi lebih dari 700 m dpi, dataran medium 200 m – 700 m dpi, dan dataran rendah kurang dari 200 m di atas permukaan laut.

Dari segi suhu dapat mempengaruhi warna buah dari tomat tersebut. Pada suhu tinggi di atas 32° C tomat cenderung berwarna kuning, sedangkan suhu warna buah cenderung tidak merata tetap . Suhu ideal yang berpengaruh baik pada warna tomat adalah antara 24° C – 28° C seragam umumnya merah.

Dalam kondisi suhu tinggi dan kelembaban, pengaruh yang tidak menguntungkan terhadap proses pertumbuhan, produksi dan kualitas buah tomat. kelembaban relatif yang dibutuhkan untuk tanaman tomat adalah 80%. Tanaman tomat membutuhkan intensitas cahaya matahari pada kurangnya 10-12 jam setiap hari.


Pemilihan bibit
Sebelum Anda menyemai sebaiknya Anda melakukan pemilihan bibit. Pemilihan bibit tomat yang berkualitas akan menghasilkan hasil yang berkualitas pula. Pemilihan bibit berupa bibit yag di gunakan sehat, mengkilat, memiliki pertumbuhan baik, bebas dari hama dan juga pertumbuhan cepat serta tidak abnormal.

Menyemai
Setelah memilih benih tomat, silahkan Anda gunakan media penyemaian yaitu rockwool yang berukuran kecil setebal 5-7 cm. Kemudian Anda sebarkan di atas permukaan media persemaian dengan lubang semai sedalam 3-5 mm, setelah itu permukaan wadah semai di tutup dengan kertas tisu yang telah di basahi dengan handsprayer, simpan di tempat gelap. Tetapi sebaiknya juga terkena matahari pagi maksimal 1-2 jam. lalu tunggu sampai munculnya kecambah, dan kertas tisu baru di buang. Jikalau Anda direpotkan dengan memindahkan semaian Anda setiap hari dari tempat gelap ke bawah sinar matahari pagi, Hydrofarm Indonesia telah membuat satu produk untuk masalah ini. Silahkan Anda gunakan Seed Grow Light.

Transplanting
Setelah bibit mencapai ketinggian 2-3 cm, pindahkan rockwool dan bibit ke salah satu sistem hidroponik jenis NFT hingga 2-3 minggu batang mulai menebal atau batang mencapai ketinggian 10-15 cm silahkan pindahkan ke sistem hidroponik khusus tanaman menjalar atau menggantung untuk menyanggah batang dan buahnya. Salah satu produk sistem hidroponik yang dapat Anda gunakan adalah Dutch Bucket.




2. Media Tanam

Anda dapat menggunakan berbagai media tanam hidroponik dengan syarat dapat memegang akar yang cukup kuat. Media tanam seperti sekam bakar atau rock media dapat Anda pakai untuk media yang dipakai untuk tomat.


3. Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman secara hidropnik dapat di lakukan dengan cara pemberiaan pupuk nutrisi, penaungan, pengendalian hama dan penyakit, pengajikan dan pengecekan larutan nutrisi. Khusus sistem hidroponik Dutch Bucket Hydrofarm ini sudah didesign khusus untuk pengendalian hama dan naungan jadi Anda tidak perlu repot dan langsung menggunakannya.

Khusus nutrisi dapat Anda gunakan nutrisi khusus tomat untuk merangsang pertumbuhan dan buah tomat yang lebih baik. Nutrisi tomat hidroponik sudah diramu sesuai kebutuhan nutrisi pada tomat sehingga hasilnya lebih maksimal. Pemberian nutrisi akan terus bekerja pada sistem Dutch Bucket sesuai dengan waktu yang sudah diatur. Anda hanya cukup mengganti nutrisi 1-2 minggu sekali untuk mendapatkan nutrisi bagi tomat.


4. Pemanenan tanaman

Pemanenan tanaman dengan media hidroponik lebih cepat dari menanam ditanah. Pemenan ini dapat di lakukan dengan cara memetik buah yang sudah layak ataupun sudah sempurna untuk di pasarkan. Pemetikan ini juga dapat di lakukan secara langsung maupun dengan bantuan alat gunting atau lainnya agar tidak merusak tanaman dan menjaga kualitas pada tanaman.